Dongeng Kisah Kuda Nill Dengan Babi | Ewawa Magazine

Dongeng Kisah Kuda Nill dengan Babi
       Kuda Nill ini tempat tingal nya di pingir sungai dan tempat yang dingin, karna di tubuhnya tidak ada rambut yang panjang dan tebal. Kuda nill ini habiskan waktu dalam air selama 18 jam per hari. Dan nama sungai itu adalah sungai Meb sedangkan Babi itu tempat tingal nya di hutan. Sungai Meb itu sulit untuk  mendapatkan nafka atau makanan lezat bagi si Kuda nill, dan pada suatu hari Kuda Nill ini merasa lapar dan berusaha untuk bagaimana saya bisa mendapat hidangan saya, karna dia tidak makan apa-apa selama 2 minggu.
Dan akhirnya, dia memutuskan untuk mencari makan di hutan, pada hal hutan itu tidak dekat jauh jaraknya. Perjalanan dari sungai Meb ke hutan itu kurang lebih 24 jam. Setelah tiba di hutan dia tidak mendapat apa-apa, sebenarnya, tujuan dari si Kuda nill ke hutan itu cari makan, namun sayangnya dia tidak mendapat apa-apa di dalam hutan yang luas, dan dia hanya lihat sebuah rumah yang di keliling dengan pagar besi dan gemboknya besi pula.
Dan dia mulai berusaha untuk masuk kedalamnya, namun dia tidak dapat masuk ke dalam karna di kelilingi dengan pagar besi apa lagi gemboknya juga di buat dari besi yang kuat. Beberapa jam kemudian pemilik rumah itu datang, dan pemilik rumah ialah si Babi. Dan Babi itu bertanya kamu sedang apa disini? dan Kuda nill itu menjawab dengan keadaan loyo, lelah dan lemah, aku mencari makan, karna di tempat tinggal saya itu sulit untuk mendapatkan makanan, dan saya tidak makan apa-apa selama 2 minggu katanya.
Dan babi itu larang untuk cari makan di sekitar hutan, karna Babi itu punya keluarga yang besar dan makanan nya cukup untuk keluarganya. Kemudian karena kuda nill lapar mati, dia tidak peduli dengan perkataan dari babi itu, dan dia masuk ke dalamnya dan bogkar gembok yang buatan dari besi itu, kemudia dia makan makanannya si Babi, setelah itu karena babi marah dia ambil sepotong kayu besar dan lempar ke arah Kuda nil, dan Kuda Nill tersebut kena di bagian kepala, karena kuda nill juga tidak terima dia juga ambil sepotong kayu besar dan lempar ke arah Babi dan Babi itu juga kena di bagian kepala.
Kemudia mereka berdua mulai berkelahi, dan karna kuda nill itu lebih besar dari pada si babi akhirnya babi itu menyerah dan lari, kuda nill juga kejar namun tidak dapat karna hutan nya yang luas dan banyak pepohonan yang besar. Akhirnya tempat tinggal babi jadikan tempat tingalnya si kuda nill. Setelah dua tahun kemudian Babi itu pulang ke rumahnya karena dia merasa rindu dengan anaknya dan juga di luar sana dia mendapatkan makanan yang kurang lezat dan tidak nyaman tempat tinggalnya. Dan sampai di depan gembok besi itu dia melihat ada tulisan besar, dan tulisan nya itu begini;“disini tempat tingal kuda nill dan Babi”. Ketika dia melihat tulisan tersebut dia merasa senang dan gembira, kemudian karna gemboknya belum kunci, Babi tersebut memutuskan untuk masuk kedalam pagar melalui gembok itu.
Kemudia di dalam pagar itu ada anjimg peliharaan dari si Kuda Nill. Dan ketika melihat si Babi anjing itu mulai gong gong karna si Babi itu orang baru pandangan dari si anjing. Hingga Babi itu merasa takut dan mulai gemetar untuk masuk kedalan pagar nya. Hingga beberapa menit kemudian Kuda nill itu keluar dan lihat begini pass Babi yang mereka berdua berkelahi dan berpisah dalam dua tahun yang silam.
Dan juga babi itu melihat ke arah kuda nill, kemudian begini, di belakang itu ada Babi lagi yang keluar dari dalam rumah itu dan Babi itu memandang ke arah Babi itu ternyata babi itu anaknya yang di tinggalkan nya dalam dua tahun yang lalu. Kemudia babi itu datang dan memeluknya dan mulai menaggis. Akhirnya Kuda nill itu terima si Babi dengan baik dan disitu mereka tingal sama-sama. Beginilah kisah Kuda Nill dan Babi Hutan.

Semoga Kisah pendek antara Kuda Nill dan Babii Hutan ini terhibur buat kalian semua yang sedang membaca.
@Melki R T.Bobii

Comments

Papular Post

PUISI NDUGAMA - Puisi Papua | Ewawa Magazine

Lagu - Tangisan Desember - Melki Bobii | Ewawa Magazine

Puisi-Kebangkitan Tuhan Yesus - Puisi Papua | Ewawa Magazine

Aspirasi sang pejuang-Puisi Papua | Ewawa Magazine

A Poetry of Suffering | Ewawa Magazine

Lagu - Berbagai cara - By Melki Bobii | Ewawa Magazine

Nelson Mandela - Fight for Freedom - Essay | Ewawa Magazine

Darling Stay with Me | Ewawa Magazine

I Seat here in the Silence - Simple poetry | Ewawa Magazine

Puisi untuk Sang Pejuang - Puisi Papua