Pendidikan di Dogiyai | Ewawa Magazine
Pendidikan merupakan salah satu alat pondasi masa depan yang
di butuhkan oleh semua anak-anak mudah West Papua khususnya di Dogiyai dan itu pula
harapan besar dari semua orang tua untuk anaknya sukses dalam pendidikan dan membangun
daerah leluhur nya yang tercinta yaitu Dogiyai. Dari Pemerintah Pusat sudah di kasih
Otonomi Khusus namun saya sebagai putra daerah asal Kabupaten Dogiyai belum
pernah melihat anak Asli Dogiyai yang mendapatkan kesempatan untuk belajar
dalam Negeri maupun di Luar Negeri dari tahun 2016 sebelumnya cuma ada sedikit perubahan
wajah Kota Dogiyai saja dari sebelumnya. Setelah tahun 2016 baru ada beberapa
orang yang dapat kesempatan untuk belajar di Luar Negeri seperti saya dan ada
beberapa teman lain pula. Saya berharap dana Otonomi Khusus ini harus bagi sama
rata dalam sekolahkan anak-anak mudah Papua karena ada anak-anak yang niat nya
tinggi untuk menjadi seorang yang punya gelar namun biasa terkendala dalam
biaya dan itu terjadi khusus nya di Dogiyai.
Hal lain pula ada kekurangan dalam tenaga Guru-Guru khusus
nya SD (Sekolah Dasar) di Dogiyai karena memindahkan diri ke jabatan yang
lain seperti kepala bagian dan lain sebagai nya sering terjadi. Seharusnya
tidak di lakukan seperti itu karena anak-anak mudah Dogiyai membutuhkan Guru-Guru
yang andal untuk masa depan mereka dan juga masa depan Negeri. Disini yang
salah adalah Bupati Kabupaten Dogiyai yang sah ijinkan Guru-Guru masuk ke Perkantoran
ini kan membunuh Pendidikan masa depan anak-anak Dogiyai. Saya sebagai anak
mudah Dogiyai berharap kedepan tidak terulang lagi cukup yang sudah terjadi
saja.
Opini saya dalam Pendidikan di Dogiyai adalah Mahasiswa-Mahasiswa
yang sudah dan akan selesai dari Jurusan Keguruan, harus tempatkan mereka
langsung ke tempat kerja artinya ke Sekolah-Sekolah yang ada di Dogiyai walaupun
jauh dari kota atau dekat. Dan yang sudah selesai dari keguruan itu di wajibkan
langsung kerja tanpa tunggu test terima sebagai seorang Guru dari Pemerintah
Kabupaten Dogiyai. Saya saran kan bahwa utamakan sekolah-sekolah yang jauh dari
kota Dogiyai karena anak-anak disana biasa nya banyak yang putus sekolah karena
kekurangan Guru-Guru dan kurang nya didikan dari seorang Guru.
Berikutnya bahwa orang tua-orang tua juga jangan tahan anak
nya untuk ke sekolah karena anak-anak mudah ini dibutuhkan Pendidikan untuk
mensejahterakan kehidupan mereka dan membangun bangsa Papua khususnya Dogiyai. Dan
juga mereka punya masa depan kan masih panjang sebab itu mohon orang tua-orang
tua sebelum anak-nya selesai SD,SMP atau SMA tolong tabung uang untuk anak-anak
nya selama lima tahun atau 6 tahun sesuaikan dengan anak punya selesai nya sekolah
tersebut.
Terakhir kadang orang tua juga anak nya tidak di ijinkan
untuk lanjutkan sekolah nya setelah SMP (Sekolah Menega Pertama) atau SMA
(Sekolah Menegah Atas) selesai karena dana Pendidikan nya tidak
mencukupi. Kita punya orang tua di Dogiyai kan hidup dengan hasil bumi dan jual hasil bumi nya dan jika berlaku maka pake
untuk membiayayai anaknya. Karena kita melihat kondisi dan kekurangan seperti
ini, pemunggutan biaya dalam Pendidikan harus tiadakan di seluruh tanah Papua
dan kurangi Dana Otonomi Khusus atau kembalikan Otonomi Khusus ini ke Jakarta
Lalu gratiskan Pendidikan khusus untuk anak-anak Papua. Saya pikir solusi
seperti ini akan membangun orang-orang Papua.
Terima Kasih Selamat membaca
@melki-bobii
Address: Honai 22
USA09/07/2023
Comments
Post a Comment